Dari Takfir Ke Tafahum Sebagai Pergeseran Orientasi Berteologi Dalam Islam Kontemporer Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69836/noor.v2i2.353Keywords:
Takfir, tafahum, orientasi berteologi, Islam kontemporer,Abstract
Perkembangan Islam kontemporer di Indonesia menunjukkan adanya perubahan orientasi dalam menyikapi perbedaan teologis, dari kecenderungan yang bercorak eksklusif menuju pendekatan yang lebih dialogis dan inklusif. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena praktik takfir yang pernah mendominasi sebagian diskursus keagamaan mulai diimbangi oleh berkembangnya paradigma tafahum yang menekankan saling memahami dan penghormatan terhadap keragaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran orientasi berteologi dari takfir menuju tafahum dalam Islam kontemporer Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran orientasi berteologi tidak terjadi pada aspek substansi akidah, melainkan pada cara umat Islam memahami dan mengelola perbedaan teologis. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh demokratisasi kehidupan beragama, perkembangan media digital, kontribusi organisasi-organisasi Islam, berkembangnya tradisi akademik di perguruan tinggi keagamaan, serta menguatnya paradigma moderasi beragama. Penelitian ini menawarkan sintesis konseptual yang memperlihatkan hubungan antara takfir dan tafahum sebagai perubahan orientasi berteologi dalam konteks Islam kontemporer Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian teologi Islam serta menjadi landasan konseptual bagi penguatan dialog intraumat Islam dan kohesi sosial dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
References
Alamin, L., Haji, S., Salim, A., & Bekasi, C. (2024). Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Islam Rahmatan. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 7(3), 1017. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i4.1706.Religious
Fahamsyah, F. (2022). Takfir Dalam Perspektif Aliran-Aliran Teologi Islam. Jurnal Al Fawa’id: Jurnal Agama Dan Bahasa, 12(1), 3–4. https://doi.org/0.54214/alfawaid.Vol12.Iss1.204
Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 99. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5640
Farid, I. S., Sutejo, & Rohmanu, A. (2015). Membaca dan Mengagas NU Ke Depan. Terakata.
Fasha, J., Salama, H., Azzahro, F., Ibnu, U., Jakarta, C., Mandiri, U. N., History, A., Tinjauan, D. S., & Pendidikan, H. D. (2026). Dakwah Islam di Media Digital: Sebuah Tinjauan Konseptual. Jushpen: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 5(1), 42–43. https://doi.org/10.56127/jushpen.v 5i1.2673
Hadi, F. (2024). Inklusifisme Tafsir Kementerian Agama Ri (Telaah Batasan Toleransi Dalam Tafsir Tematik Moderasi Beragama). Universitas PTIQ Jakarta.
Hadisanjaya. (2020). Literasi Multikultural Berbasis Agama Islam (Sejarah dan Edukasi. CV. Zigie Utama.
Hamidah. (2015). Al-Ukhwah Al-Ijtima’iyah Wa Al-Insaniyah: Kajian Terhadap Pluralisme Agama dan Kerjasama Kemanusiaan. Intizar, 21(2), 331. https://jurnal.radenfatah.ac.id./index.php/intizar/article/download/316/271
Hanafi, M. M. (2014). Tafsir terhadap Dasar-dasar Ideologi Takf ī r Kelompok Islam Radikal The Interpretation on Basic Ideology of the Takfir of the Moslem Radical Group. Suhuf, 7(2), 158. https://share.google/wPUbeLJOKXTYIETFw
Jawas, Y. bi. A. Q. (2016). Prinsip Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah Terhadap Masalah Kufur Dan Takfir. In Almanhaj (p. 1). https://share.google/0J5aPOrKHJBlJirGV
Kemenag, A.-Q. (2023). An-Nisa (p. 94).
Khalid, M., & Ritonga, F. U. (2022). Penerapan Prinsip Ukhuwah Islamiyah : Serikat Tolong Menolong Al-Amin Dusun X Desa Bandar Setia. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN, 2(3), 434. https://doi.org/https://doi.org/10.54082/jupin.97
Lili, K., R., M., & Sriliza. (2026). Prinsip , Tujuan , dan Tantangan Dalam Kehidupan. JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir, 3(1), 54. https://share.google/vkDFtmOLxBnHq42m5
Muhajarah, K., & Soebahar, M. E. (2024). Fiqh of tolerance and religious moderation: a study towards Indonesia, Malaysia, and Thailand. Cogent Arts and Humanities, 11(1), 9–10. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2303817
Nasikhin, N., & Raharjo. (2022). Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam Konsep Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, 11(1), 23–25. https://doi.org/10.35878/islamicreview.v11.i1.371
Rahmawati, A. V, Miskiyyah, S. Z., & Maily, M. E. W. (2026). Bahaya Takfir dalam Islam: Analisis Kritis terhadap Dampak Teologis dan Sosial. Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies, 2(1), 30–31. https://doi.org/10.64131/ahad.v1i3.25
Rustandi, H. (2025). Politik Identitas di Indonesia : Interaksi Agama , Etnisitas , dan Media Sosial dalam Dinamika Kontestasi Politik. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 6(5). https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i5.812
Siregar, R. R., & Jamil, M. (2024). Konsep Multikulturalisme dalam Surah al-Hujurat Ayat 13 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir. Semiotika-Q, 4(1), 395–396. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsq/article/download/25099/7906
Sultan, B. (2023). The Contributions Of Islamic And Institutions To Modern Indonesian. Pagaruyuang Law Journal, 7(1), 209–210. https://share.google/Nvpe8m2vw1V4Ij87E
Syandri. (2017). Al Khawarij Dan Al Murjiah Sejarah Dan Pokok Ajarannya. Jurnal Bidang Kajian Islam, 3(1), 59. https://share.google/Jj8Sxqo4cM0mBhwha
Tambunan, S. (2026). Hermeneutika Khaled Abou El-Fadl : Antara Otoritas , Negosiasi , dan Etika Penafsir. Journal of Social Sciences, Arts and Humanities, 1(2), 122. https://share.google/INPE807JPav40gTwQ
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Manna (Author); Firdaus Sutan Mamad, Urwatul Wusqa (Translator)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
