Pangan Dari Hutan dan Kedaulatan Mikro Kasepuhan Cibarani
Keywords:
kedaulatan pangan, pengetahuan ekologis, ngalasan, gender, kasepuhanAbstract
Pasca pandemi COVID-19, isu pangan lokal kembali mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan Indonesia, salah satunya melalui Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal. Namun, kajian pangan hutan selama ini cenderung berhenti pada inventarisasi ketersediaan, tanpa membaca relasi sosial-ekologis yang menghubungkan hutan, dapur, dan pengetahuan masyarakat adat sehari-hari. Artikel ini menelaah praktik ngalasan (aktivitas mencari, mengumpulkan, dan memanfaatkan pangan nonbudidaya dari hutan) pada Masyarakat Adat Kasepuhan Cibarani, Lebak, Banten. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi keterlibatan, memadukan focus group discussion dan analisis dokumen organisasi pendamping pada rentang 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pangan hutan tersusun melalui zonasi ruang adat, kalender musim berbasis kalender Hijriah. Praktik ngalasan juga sarat muatan gender, perempuan memegang otoritas atas pangan dan dapur, namun menanggung beban kerja yang meluas dari ranah domestik ke sawah dan kebun. Artikel ini berkontribusi pada perdebatan kedaulatan pangan dengan menawarkan ngalasan sebagai pintu masuk antropologis untuk membacanya dari praktik kecil di ruang dapur dan hutan.
References
Achdian, A. (2011). Leuweung Hejo Masyarakat Ngejo: Kajian Terhadap Siasat Dan Politik Budaya Masyarakat Kasepuhan Dalam Pertarungan Sumberdaya di Kawasan Konservasi Halimun Salak, Jawa Barat & Banten. Universitas Indonesia.
Akram-Lodhi, A. H. (2018). Accelerating towards food sovereignty. In Food Sovereignty (Vol. 36, Number 3, pp. 133–153). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315227580-8
Andari, D. W. ., & Muryono, S. (2019). Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Kasepuhan (Kasus Kampung Kasepuhan Sinar Resmi, Di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat). Karakteristik Subyek, Obyek, Masalah Dan Solusi Tanah Ulayat/Adat Dalam Pembangunan Pertanahan, 74–90. http://repository.stpn.ac.id/id/eprint/217
Astutik, P., Rahmaningrum, D., Putri, M. N. Z. M., & Kusdiwanggo, S. (2018). Pengelolaan Lahan dan Produk Agrikultur Berbasis Indigenous Knowledge di Kasepuhan Ciptagelar sebagai Sistem Ketahanan Pangan Nasional. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018, B040–B046. https://doi.org/10.32315/ti.7.b040
Borras, S. M., Franco, J. C., & Suárez, S. M. (2015). Land and food sovereignty. Third World Quarterly, 36(3), 600–617. https://doi.org/10.1080/01436597.2015.1029225
Brewer, J. (2000). Ethnography. Open University Press.
Coté, C. (2016). “Indigenizing” Food Sovereignty. Revitalizing Indigenous Food Practices and Ecological Knowledges in Canada and the United States. Humanities, 5(3), 57. https://doi.org/10.3390/h5030057
Desmiwati, D., & Surati, S. (2018). Effort for the Enactment of Regional Law on Recognition, Protection and Empowerment of Customary Law Community of Kasepuhan, Lebak Regency, Banten. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 15(2), 165–178. https://doi.org/10.20886/jakk.2018.15.2.165-178
Eversole, R. (2018). Anthropology for Development From Theory to Practice. In Anthropology for Development (Fist editi). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315679013
Galudra, G., Sirait, M., Ramdhaniaty. N, Soenarto, F., & Nurzaman, B. (2005). HISTORY OF LAND-USE POLICIES AND DESIGNATION OF MOUNT HALIMUN-SALAK NATIONAL PARK ( Sejarah Kebijakan Tata Ruang dan Penetapan Kawasan Taman. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, XI(1), 1–13. https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/31107/MHT051101gga_2005_No1_1-13.pdf?sequence=1
Ikmaludin, I., Kusmana, C., & Amirudin, S. (2018). TIPOLOGI SISTEM BUDIDAYA PERTANIAN DAN KEBERLANJUTAN KETERSEDIAAN PANGAN PADA MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CIPTAGELAR SUKABUMI. RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian Dan Lingkungan, 5(1), 14–26. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v5i1.28756
Irundu, D., & Fatmawati, D. (2019). Potensi Hutan Rakyat Sebagai Penghasil Pangan di Desa Paku Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 11(1), 41. https://doi.org/10.24259/jhm.v11i1.5669
Lestari, I. A. (2023). MAKNA TRADISI MIPIT PARE PADA SUKU SUNDA DI KASEPUHAN CIPTAGELAR KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT. DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.69875/djosse.v1i1.2
McMichael, P. (2015). The Land Question in the Food Sovereignty Project. Globalizations, 12(4), 434–451. https://doi.org/10.1080/14747731.2014.971615
O’Reilly, K. (2009). Key Concepts in Ethonograhpy. In Key Concepts in Ethnography. SAGE Publication.
Park, C. M. Y., White, B., & Julia. (2015). We are not all the same: taking gender seriously in food sovereignty discourse. Third World Quarterly, 36(3), 584–599. https://doi.org/10.1080/01436597.2015.1002988
Perpres 81 Tahun 2024, 13 (2024). https://jdih.bpkp.go.id/produkhukum/4884/detail
Rahman, F. (2018). Sunda dan Budaya Lalaban: Melacak Masa Lalu Budaya Makan Sunda. Metahumaniora, 8(3), 289. https://doi.org/10.24198/mh.v8i3.20708
RMI, R. (2020). PERENCANAAN KOMUNITAS KASEPUHAN CIBARANI. Unpublish
Rosawanti, P., Hidayati, N., & Hanafi, N. (2021). POTENSI SUMBER PANGAN LOKAL DI KAWASAN KHDTK MUNGKU BARU. Jurnal Hutan Tropis, 9(3), 316. https://doi.org/10.20527/jht.v9i3.12332
Siscawati, M., Rachman, N. F., Roewiastoeti, R. M., Savitri, A. L., Zakaria, R. Y., & Arizona, Y. (2014). Masyarakat Adat dan Perebutan Penguasaan Hutan. Jurnal Transformasi Sosial, (33), 3-.
Surati, Sylviani, Sakuntaladewi, N., Hidayat, D. C., & Ariawan, K. (2021). Perception of Customary Law Communities on the Existence of Forest in Kasepuhan Karang and Cisungsang, Lebak Regency, Banten. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 18(2), 99–115. http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSEK/article/view/6029
Sutanto, R. (2005). Tantangan Global Menghadapi Kerawanan Pangan dan Peranan Pengetahuan Tradisional Dalam Pembangunan Pertanian. In F. Wahono, A. Widyanta, & T. O. Kusumajayati (Eds.), Pangan, Kearifan Lokal dan Keanekaragaman Hayati Pertaruhan Bangsa yang Terlupakan (3rd ed., pp. 69–92). Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas.
Trotter, R. T., Schensul, J. J., & Kostic, K. M. (2015). Theories and Methods in Applied Anthropology. In H. R. Bernard & C. C. Gravlee (Eds.), Handbook of methods in cultural anthropology (2nd ed., pp. 661–693). Rowman and Littlefield. https://doi.org/10.1126/science.136.3510.48
Waris, A. (2021). Rencana Aksi Ibu-ibu, Kelompok PKK dan Kader Posyandu Kasepuhan Cibarani dalam Perbaikan Gizi Keluarga. RMI. https://rmibogor.id/rencana-aksi-ibu-ibu-kelompok-pkk-dan-kader-posyandu-kasepuhan-cibarani-dalam-perbaikan-gizi-keluarga/
Widiati, S., Rusmana, R., & Mirajiani, M. (2020). PERAN SISTEM PERTANIAN LOKAL DALAM MEKANISME PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN (FOOD COPING STRATEGY ) MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CICARUCUB BERBASIS KEARIFAN LOKAL. JURNAL AGRIBISNIS TERPADU, 13(1), 134. https://doi.org/10.33512/jat.v13i1.7565
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdul Waris (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
